26 Februari 2019 11:15:08
Ditulis oleh Admin

BPD Mlangi membentuk Panitia Pilkades

mlangi-widang.desa.id - Senin (25/02) bertempat di Balai Desa Mlangi  Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah melaksanakan Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak di Tahun 2019 se-Kabupaten Tuban. Acara yang diadakan BPD beserta Pemerintah Desa Mlangi tersebut yang menghadirkan seluruh Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Tokoh masyarakat desa Mlangi adalah bagian dari rangkaian Pilkades Tahun 2019.

Acara yang diawali sambutan dari Kepala Desa Mlangi ini berlangsung dengan lancar dan hikmat. Dengan mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh undangan, Kepala Desa Mlangi atau yang akrab disapa Bapak Kusnan ini sangat mengapresiasi para undangan yang hadir. Yang mana warga Desa Mlangi notabenya adalah para petani masih bersediah menyempatkan hadir dan meluangkan waktu pada undangan tersebut yang dilaksankan di jam kerja para undangan.

Melanjutkan pembukaan dan sambutan dari Kepala Desa, Camat Widang yang hadir bersama Kasi Pemerintahan menjelaskan berbagai tahapan yang harus dilalui selama pelaksanaan Pilkades ini. Dari yang disampaikan Camat Widang (Drs. Sartono) ada 274 desa se-Kabupaten Tuban yang akan melaksanakan Pilkades di tahun ini termasuk 13 desa se-Kecamatan Widang, kecuali 3 desa yang tidak ikut melaksanakan Pilkades yaitu Desa Sumberejo, Simorejo dan Compreng.

Sosialisasi dan Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa ini merupakan tahap kedua dari seluruh tahap Pilkades yang telah terjadwal. Adapun untuk sosialisasi pilkades tahap pertama sudah diadakan tiga bulan yang lalu, sehingga ada waktu lebih untuk calon kepala desa mempersiapkan diri maupun kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan, tandas Pak Handri selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Widang.

Dari penjelasan Camat Widang yang kemudian ditegaskan kembali oleh Kasi Pem. (Bpk. Handri) tentang siapa yang boleh dan yang tidak boleh menjadi paniitia Pilkades. Dijelaskan oleh Kasi Pemerintahan yang bisa menjadi panitia Pilkades adalah dari unsur perangkat desa, LKD dan Tokoh masyarakat. Sedangkan yang tidak bisa menjadi panitia dari unsur perangkat desa yaitu Sekretaris Desa dan Bendahara Desa.

Mengacu dari Perbup Tuban nomor 20 Tahun 2018 tentang Pilkades, adapun jumlah dari panitia pilkades sebanyak 7 orang, 9 orang dan maksimal 11 orang dengan menyesuaikan jumlah suara atau hak pilih setiap desa. Dari penjelasan diatas Desa Mlangi yang memiliki jumlah hak pilih kurang dari 4.000 pemilih dan ditetapkan sebanyak 11 orang panitia.

Disampaikan juga oleh Camat Widang bahwa pilkades tahun ini berbeda dengan Pilkades tahun 2013 yang lalu. Pilkades tahun ini menggunakan pembagian blok setiap desa, yang bisa dibagi 3 blok yaitu blok merah, kuning dan hijau, terang dari Camat Widang. Dan dijelaskan lagi Camat Widang bahwa warna blok tersebut bukan mengacu pada warna partai politik tertentu melainkan hanya untuk mempermudah dalam pembagian blok saja, dikarenakan saat ini bertepatan dengan musim politik. Pembagian blok tersebut bisa dari setiap dusun ataupun dari gabungan RT/RW, tetapi tidak dibolehkan blok dari memecah RT.

Dari hasil musyawarah desa yang dipimpin oleh ketua BPD (Istujanar) tersebut langsung disepakati seluruh peserta musyawarah tentang pembentukan panitia Pilkades. Disampaikan juga oleh Ketua BPD tentang tiga hal yang penting untuk menjadi panitia pilkades. Pertama, bahwa siapapun yang menjadi panitia pilkades nantinya harus bisa netral yang tidak memihak salah satu calon kepala desa, kedua, transparan dan yang ketiga, akuntabel yang bisa dipertanggung jawabkan.  Adapun nama-nama panitia hasil musyawarah desa sebagai berikut:

  1. Ali Rohmad unsur perangkat desa sebagai ketua panitia Pilkades;
  2. Hadi Sulisno unsur LKD dari LPMD sebagai wakil ketua;
  3. Luluk Oktofarina unsur perempuan sebagai Sekretaris;
  4. Winarto unsur perangkat desa sebagai PKA (Pelaksana Kegiatan Anggaran);
  5. Edhi Sumarto unsur perangkat desa sebagai anggota;
  6. Hadi Mahmud unsur perangkat desa sebagai anggota;
  7. Kasdarum unsur perangkat desa sebagai anggota;
  8. Ahmad Nawawi unsur LKD dari tokoh masyarakat;
  9. Budi Harto unsur tokoh masyarakat;
  10. Usodo unsur LKD dari ketua RT; dan
  11. Amalin unsur tokoh masyarakat.

Dari hasil Pembentukan Panitia tersebut melalui musyawarah desa sehingga langsung ditetapkan kepanitiaan sekaligus dan langsung diambil sumpah oleh Ketua BPD dan dihadirkan rohaniawan. (dey, 25-2-2019).

 

 


Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus